Rabu, 03 Juni 2015

Serba Salah dan Bimbang

Tau gak rasanya makan sayur tanpa garam
Tau gak rasanya minum kopi tanpa gula
Tau gak rasanya sakit tanpa minum obat
Tau gak rasanya main gitar tapi senarnya putus
Dan 
Tau gak rasanya serba salah dan bimbang sekaligus?

Entahlah...
Salah waktu kah ini
atau
Keadaan yang salah

Tau gak apa yang membuat ini serba salah?
Pertama takut salah mengartikan semuanya
Kedua merasa ber-salah jika melukai

Tau gak apa yang membuat ini bimbang?
Bimbang karena takut mengecewakan
Bimbang karena takut dikecewakan
Bimbang karena salahkah ini
Bimbang karena benarkah ini 
Bimbang karena keadaan dan sekitar
Bimbang karena waktu
Bimbang karena ini begitu baru
Bimbang karena ini begitu semu

Serba salah dan bimbang karena kamu terlalu baik
Serba salah dan bimbang karena aku terlalu takut








Kamis, 21 Mei 2015

Tengah Malam

Hi ....,
Hahaha
Terimakasih sudah saling terbuka. Lucu ngederin kamu curhat kaya gitu. Aku pikir kamu sudah dewasa, kaya pria-pria lainnya di luar sana. Ternyata kamu masih saja bimbang. 

Tengah malam kamu hubungi aku, aku pikir kamu kenapa-kenapa. Ternyata kamu cuma ingin curhat. Haha lucu waktu kamu bilang bingung mau curhat sama siapa lagi. Aku seneng ternyata kamu masih inget aku, walaupun kamunya memang selalu ngegombal kalau aku memang selalu ada pikiranmu. Dasar ahli banget gombalnya. 

Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah aku dan kamu saling bicara seperti itu. Aku kadang bingung sama kamu, kamu itu sering banget kasih aku pilihan yang pastinya pilihan itu ujungnya hanya satu seperti yang kamu mau. Aku cuma pingin kamu jangan bimbang lagi, kita jalanin dulu yang sekarang. Kamu kan pria, kamu sudah menentukan pilihan, jangan kamu menyesal sama pilihan kamu pilih sendiri. 
Aku tahu kamu inginnya kaya gitu, karena aku juga ingin seperti itu. Keinginan kita sama, hanya tinggal Tuhan saja yang mengatur. Aku percaya kalau memang jalan kita kembali bersama, pasti ada jalan yang menghubungkan kita ke jalan itu.
Iya aku kangen kamu. Kamu curhat tengah malam gini, jadi inget kerjaan kita, telponan tengah malam sampai aku tidur duluan, atau kamu yang tidur duluan. Heheh inget waktu kamu telpon aku, cuma buat nemenin kamu kerjain tugas di kampus sendirian. Haha itu memang kenangan, dan aku sama kamu memang sama-sama sepakat gak akan melupakannya. Jadi iya aku bakal jadikan itu memori permanen dalam pikiranku. 
Sekarang kamu cuma perlu berusaha jadi orang baik buat aku, begitu pula aku yang berusaha buat jadi orang yang baik pula buat kamu.

Semoga Tuhan punya caranya tersendiri untuk membayar semua usaha kita.


Aku merindukanmu
Cepat pulang,,,

Senin, 18 Mei 2015

Mimpi

Begitu manis, seperti kebohongan ini
Aku berjalan denganmu dalam mimpiku
Ketika langkahku ditinggalkan sendiri lagi
Aku tersesat dan mengembara tapi tetap,

Aku menginginkanmu

Hati yang lambat ini membuatku merasa menderita
Jadi kau tidak bisa membuang janji mu denganku
Ketika langkahku ditinggal sendiri lagi
Aku tersesat dan mengembara tapi tetap

Aku hanya menunggu untukmu, hanya kembali kepadaku

Sehingga saat-saat yang tampak seperti kebohongan
Dapat diwarnai dalam diriku
Aku hanya berdoa untukmu, hanya mengubahku
Sehingga aku bisa tertidur dalam pelukanmu
Bahwa aku merasa seperti aku tidak akan pernah berada di sini lagi

Mimpi

Angin yang kasar, laut yang dingin
Kenangan yang aku pikirkan akan menjadi selamanya
Kau menjadi lebih dan lebih samar
Seperti kenangan yang kehilangan suaranya

Jika saja malam berhenti bercahaya
Sehingga aku bisa tinggal disisimu
Kalau saja kau datang kepadaku setiap malam
Untuk menghiburku yang patah
Lalu aku tersenyum dan berkata “Oke, sampai ketemu besok”
Dan dengan senang hati bertahan melalui hari demi hari

Aku tahu
Ini hanya mimpi
Dan kata-kata yang mengatakan bahwa
Kau akan kembali kepadaku setelah pergi jauh

Tapi aku hanya berdoa untukmu, hanya mengubahku
Sisa hariku tidak bisa menghapusmu

Ini mimpi

Sabtu, 16 Mei 2015

Wash Away

As if my heart is being drenched even the falling raindrops are dry even if what you told me was a lie. I still want you. You probably don’t know I feel this way. Again today, I wash out my memories. It’s a little gray and it’s raining just like the day we first met. It was a little unpredictable but the rain showers were not bothersome. This statue of memories that we crookedly pieced together is unfinished, you left me and I’m all alone. I was being stubborn, which ended up ruining it more. Now I need to wash it out even if I’m a little lazy there is no fountain in this dried up heart. Even if it is placed in a bathtub, you used to warm up my heart to the point where it got hot but now you’re not here anymore. You turned off the water that used to fill up my heart, you’re probably… 
Wash away your face, your name. I erase them in the end. Wash away your face, your name. I’ll wash it away. I‘m gonna wash away. Today’s weather is sunny and slightly cloudy, I notice the even slightest weather changes. Compared to the days when we fought like a storm, it seems a lot better but the sky’s light turns yellow with sadness. The songs that were like my heartbeats, now they surprised me. I don’t want to go back. I used to hope that you’d leave me alone. I just want to end this war forever. You’re like a soap opera, because I’d gotten so used to you that I couldn’t take you off. It wasn’t easy, washing you out with my lukewarm daily life. The warm water I turned on without even thinking has filled up the bathtub. Splashing water around, forgetting things, it stays the same, You probably don’t know I feel this way. Again today, I wash out my memories.

Rabu, 13 Mei 2015

Lingkaran

Langit biru bersinar begitu indah
Tapi kenapa aku jadi lemah dan lusuh seperti ini
Terus menggenggam benda yang tidak kau jawab
Meski melodi yang terdengar dari benda ini begitu manis
Tapi terdengar begitu menyakitkan di telingaku
Seperti suara jeritan hatiku yang sakit setelah kehilangan mu
Seperti suara yang terus mengejek ku karena merindukan mu
Tolong angkat benda yang terus berdering ini
Jangan buat aku menangis lagi
Aku terus berkata seperti ini,
Dan aku akan terus menghubungi mu
Aku berjalan di tempat kita sering bersama
Semua masih terdengar jelas di telinga ku
Tawa mu dan dering benda ini di malam hari, permainan cinta kita
Melodi ini menahan ku untuk terus mendengarnya
Dan untuk terus mengenangnya
Tapi, dengan penuh perasaan aku masih menghubungi mu
Lagu yang aku dengarkan ketika merindukan mu
Apakah itu jawaban untuk ku?
Aku masih saja terpaku ditempat ini
Kenapa setelah aku sendiri
Aku selalu mendengarkan lagu sedih sampai selesai (kenapa)
Kau tidak disamping ku lagi (kenapa)
Aku yang terus menangis hanya karena lagu sedih
Andai aku menggenggam tanganmu saat itu
Andai aku menahan mu saat kau berlalu
Aku mungkin akan mendengar suara mu dari pada lagu ini
Andai aku dulu berbuat baik
Andai aku berlaku baik padamu
Aku mungkin akan mendengar hangatnya suara mu dari pada lagu sedih ini
Lingkaran warna itulah kamu
Ketika lagu mencapai akhir, hatiku mulai terasa hancur
Dan ketika lagu itu berulang, air mata mulai mengalir
Lingkaran cahaya itulah kamu
Seiring berlalunya waktu, saat itu pula aku mulai melupakan suara mu
Bahkan satu kalimat 
'Selamat Tinggal'